How To Enjoy Your Life at Home (WFH)

258EC8D8-E867-474B-9A62-8E0A96095A12
Awalnya saya ingin berbagi tips mengenai bagaimana Work From Home (WFH) agar tetap dapat produktif dari rumah, namun istri saya menyarankan judul ini. Menurut dia sudah terlalu banyak tips mengenai how to Work from Home, dan kebanyakan tidak begitu berhasil kan?
Alasannya karena umumnya orang-orang yang bekerja dari rumah tidak enjoy berada di rumah. Mulai dari bosen, suasana yang tidak kondusif untuk bekerja, atau kondisi rumah tidak mendung, sampai merasa terisolasi dari lingkungan.

Makanya di posting ini saya bagikan bagaimana tips agar bisa enjoy dan tetap produktif walaupun melakukan semua kegiatan dari rumah.

Selalu Mulai Dari Rumah

Ini mungkin agak terlambat, namun waktu yang tepat untuk memulainya. Kita tidak mungkin menerapkan disiplin di kantor kalau kita tidak disiplin di rumah, kita tidak mungkin taat di jalan kalau kita tidak taat aturan di dalam rumah. Kalau Anda tepat waktu di rumah, Anda akan tepat waktu di luar. Masalahnya kita pikir kita bisa menjadi seseorang yang berbeda di luar sana. Dan ini yang membuat kita tidak bisa enjoy ketika harus bekerja, belajar, atau beribadah dari dalam rumah, karena kita berusaha menjadi orang yang berbeda ketika berada di luar rumah.

Set Schedule

Banyak yang mengeluh bosen berada di rumah, gak bisa ngapa-ngapain. Coba Anda bayangkan ketika ini terjadi di era belum ada ojol, belum ada internet, belum ada handphone?
Ini pernah terjadi beberapa ratus tahun lalu dan manusia bertahan. Jadi jangan terlalu banyak mengeluh soal bosen.
Namun alasan sebenarnya Anda bosan karena Anda tidak punya schedule, dan akan sulit untuk terbiasa dengan schedule kalau selama ini hari-hari Anda tanpa agenda. Berada di rumah membuat waktu Anda menjadi lebih mencolok, sehingga ketika Anda tidak memiliki agenda (list kegiatan itu bukan agenda ya), waktu akan terasa sangat lambat.

Saya mulai ini dari dalam rumah. Agenda dan schedule sangat familiar kami gunakan. Setiap kegiatan, acara, atau pertemuan (bahkan termasuk belanja bulanan), istri saya selalu jadwalkan di google calendarnya dan invite di google calendar saya, demikian juga sebaliknya. Bayi kami pun yang baru 13 bulan paham mengenai schedule. Dia tahu kapan harus bangun, kapan minta makan, dan kapan bermain. Sedini mungkin bayi diperkenalkan dengan rutinitas dan jadwal sehingga dia bisa paham apa yang diharapkan dari lingkungan sosialnya. Ini membantu sekali ketika saya mulai WFH, membuat lebih mudah untuk beradaptasi. Walaupun sepanjang hari saya ada di rumah, namun seluruh anggota keluarga tahu kapan waktu saya bekerja, kapan bisa berinteraksi (ketika short atau lunch break).

Hal ini memang tidak mudah, apa lagi kita sudah terbiasa dengan house rules yang selama ini sudah berjalan, sehingga berikutnya yang perlu Anda bicarakan dan set dengan pasangan atau anggota keluarga Anda adalah new rules yang disepekati bersama.

Set New Rules

Setiap rumah biasanya memiliki aturan tertentu berdasarkan nilai-nilai yang ingin dijaga. Biasanya ini meliputi tidak boleh memindahkan pekerjaan ke rumah, pembatasan gadget berdasarkan ruangan, aturan di meja makan (makan bersama), hingga aturan pekerjaan yang wajib dilakukan ketika berada di dalam rumah (misal turut menjaga atau bermain dengan anak).

Biasanya tanpa sadar pasangan berpikir bahwa ketika pasangannya berada di rumah berarti bisa membantu meringankan pekerjaan rumah. Di sini perlunya untuk membicarakan dan menetapkan aturan baru. Mungkin tidak bisa ideal, karena kondisi saat ini adalah keadaan darurat, sehingga mau tidak mau kita harus berkompromi dengan membagi rumah dari private area menjadi public area terbatas, dari tempat untuk berlindung, menjadi tempat dengan berbagai fungsi.

Termasuk untuk “me-time”. Mungkin ketika dalam kondisi normal kita tidak sadar mengenai me-time ini, karena biasanya kita tempatkan ketika transisi antar aktifitas. Misal ketika berangkat/pulang dari kantor, ketika makan siang, atau ketika sedang menunggu pasangan pulang dari kantor. Dengan adanya WFH kita tidak memiliki waktu jedah transisi tersebut, dan ini yang menyebabkan (tanpa disadari) kita kehilangan me-time kita.

Ini salah-satu penyebab mengapa angka perceraian meningkat tajam pasca lockdown Corona virus di Wuhan, China, karena pasangan-pasangan ini terus-menerus melihat dan bersama-sama dengan pasangan mereka selama 24 jam tanpa mereka punya waktu jedah untuk diri mereka sendiri.

Saya tidak menempatkan soal me-time ini pada “Set Schedule”, karena mudah untuk sekedar menjadwalkan me-time ini, namun sulit untuk melakukannya (baca: diterima oleh pasangan kita), karena biasanya kita tidak melakukan ini ketika sedang bersama-sama (dengan pasangan), kita melakukan ini ketika pasangan kita sedang tidak ada.

Set Rutinitas

Yang paling kita rindukan dari bekerja secara normal adalah rutinitas kita. Nongkrong di kamar mandi sambil ngecek hape sebelum mandi untuk berangkat bekerja, mengenakan pakaian yang biasa dipakai untuk bekerja, mampir di keda kopi langganan untuk take way kopi ke kantor, (kalau saya) menyeduh kopi sebelum memulai bekerja. Lunch dengan menu warteg sambil ngobrol dengan teman kerja. Kita kehilangan rutinitas ini ketika WFH (?).

Tentu tidak! Justru Anda perlu menjaga rutinitas ini sebaik dan semirip mungkin dengan ketika Anda bekerja di kantor. Dengan cara demikian Anda dapat enjoy bekerja dari rumah. Mungkin tidak semua bisa sama persis, ada rutinitas-rutinitas yang perlu diadaptasi agar dapat dijalankan dalam kondisi darurat seperti saat ini.

Jadi mengapa ketika Anda WFH, Anda bekerja dari atas tempat tidur? Anda bekerja sebelum Anda mandi? Kenapa Anda bisa mengikuti meeting dengan daster walaupun itu meeting dengan menggunakan zoom?
Ketika Anda bekerja dengan kebiasaan-kebiasaan Anda di rumah, alam bawah sadar Anda akan berpikir aktifitas bekerja Anda ini adalah kegitan selingan mengisi waktu di rumah, makanya Anda akan susah produktif.

Satu tips sederhana dari saya. Ketika Anda bekerja dari rumah, gunakan pakaian favorit Anda ketika pergi ke kantor. Kalau biasanya Anda dandan, gunakan pomed, atau aksesoris lainnya, gunakan semua itu ketika Anda bekerja dari rumah. Anda akan lihat hasilnya; sikap Anda akan berbeda, mental Anda akan berbeda, Anda akan merasa siap untuk bekerja. Hal positif lainnya, secara tidak langsung itu menginformasikan ke anggota di rumah bahwa Anda sedang bekerja.

Kita berpenampilan bukan agar kita dilihat orang, namun kita merepresentasikan diri kita ketika melakukan profesi atau aktifitas tertentu. Jadi seharusnya walaupun kita berada di rumah dan tidak ada yang melihat kita, kita tetap berpenampilan sesuai dengan profesi dan aktifitas kita.

Menurut Anda, mana yang paling masuk akal bagi Anda? Atau mungkin Anda punya cara terbaik untuk tetap produktif WFH? Silahkan sharing pengalaman Anda pada kolom comment di bawah ini ya.

Joh Juda

Read more posts by this author.

Subscribe to

Get the latest posts delivered right to your inbox.

or subscribe via RSS with Feedly!