Terima kasih 2025, Selamat Datang 2026

G9UHBguW8AA8H8H
2025 sebentar lagi berakhir dan seperti biasa kita mulai banyak refleksi diri mengenai tahun ini. Seperti quote pada gambar, ini bukan tahun terbaik namun banyak hal yang saya belajar dari tahun ini.

Sekilas 2025

Memasuki 2025 tentu banyak haparan, apa lagi di tahun 2024 bisa dibilang merupakan tahun terberat saya dalam hidup, kalau bisa saya ingin menghapus 2024. Namun sayangnya tahun 2024 seolah masih berlanjut di tahun 2025. Mei 2025 berakhir dengan menutup operational salah-satu perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Berhenti dengan salary yang belum terbayarkan. Saya masih ingat bagaimana hari tersebut terjadi, duka yang tidak terelakan, tangis yang tidak terbendung. Demage yang sampai sekarang mungkin masih saya tanggung.
Namun semua harus berlanjut. Ada hari-hari di mana saya harus keluar rumah tanpa tahu ke mana tujuan, untuk sekedar mencari peluang. Belum beban hutang yang harus ditanggung.

Namun saya bersyukur Tuhan tempatkan orang-orang baik, komunitas yang mendukung dan puji Tuhan maish dapat menolong orang lain di tengah kesulitan hidup. Walaupun tidak banyak.

Perlahan namun pasti semua mulai membaik di pertengahan tahun ini. Hal-hal yang saya belajar (kembali) di tahun ini:

1. Percayakan pada proteksi Tuhan;

untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir saya harus lapsed seluruh Asuransi saya (kesehatan, jiwa, dll), bahkan bukan cuma saya, namun juga anak laki-laki saya.

Saya pikir dunia akan hancur, atau setidaknya kalau sampai terjadi apa-apa ini akan game over. Namun di sini saya belajar untuk mempercayakan hidup pada Tuhan. Mempercayai Tuhan itu lebih dari hidup itu sendiri.

2. Identitas kita jauh lebih penting dari tujuan;

Saya sebelumnya percaya bahwa setiap orang dibuat untuk sebuah tujuan. Seperti layaknya kursi dan meja, dibuat untuk sebuah tujuan. Namun sebagai manusia kita sempat terhilang, karena tujuan penciptaan kita mengalami sedikit gangguan sehingga perjalanannya perlu bergeser sedikit seperti 40 tahun bangsa Israel di padang gurun. Saat ini tujuan tidak lah penting karena bangsa Israel hanya berputar-putar di padang gurun sampai angkatan tersebut mati dan berganti dengan generasi sebelumnya.

Arah saya bisa salah, saya dapat tersesat, namun sejauh saya memahami identitas diri, sebagai Children of God, arah saya boleh berubah, bahkan tujuan bukanlah hal yang penting, namun berjalan bersama Kristus, hubungan itu jauh lebih penting dari tujuan. Bahkan tujuan itu Dia gunakan agar bisa memiliki hubungan dengan kita. Identitas ini juga yang menjadi core dalam habit kita.

3. Saya Membutuhkan Tuhan;

Pelajaran nomor 2 membawa saya ke sini, bahwa Tuhan menggunakan tujuan, kebutuhan, agar saya dapat memiliki relasi denganNya.

Kamu mungkin pernah dengar nasehat, "kalau datang ke Tuhan jangan ketika pas ada kebutuhan saja". Tapi justru hubungan kita dengan Tuhan itu memang berdasarkan kebutuhan.

"Jadi kamu hanya mencari Tuhan ketika ada kebutuhan saja?"

Pertanyaan-nya, memang kapan saya tidak membutuhkan Tuhan?
Terlalu sombong jika saya berpikir ada hal-hal yang tidak memerlukan Dia. Bahkan untuk bernafas pun saya memerlukan Tuhan. Hampir mustahil untuk saya dapat hidup tanpa Dia.

Bukan soal apa yang bisa saya lakukan untuk Tuhan, namun seperti apa saya berjalan bersamaNya.

4. God's Love;

Di tahun 2025 banyak mendengar kesaksian dari teman-teman saya bagaimana Tuhan menolong mereka, bagaimana mujizat dan trobosan terjadi dalam hidup dan pekerjaan mereka. Sepertinya 2025 adalah tahun berkat bagi banyak orang; kecuali saya.

Tapi satu hal diingatkan, jangan klaim berkatNya. Saya bisa saja diberikan berkat yang sama seperti yang teman saya terima namun justru menjadi kutuk atau bahkan masalah besar bagi hidup saya karena tidak tahu cara menghandlenya. Dan Tuhan juga tidak pernah menjanjikan berkat yang saya bagi anak-anakNya.

Namun klaim kasih Tuhan, karena kasih Tuhan sama dan selalu setiak bagi setiap anak-anakNya.

Kasih Tuhan yang membuat teman-teman saya diberkati -- melimpah dalam revenue perusahaan, dapat liburan ke luar negeri, Kasih Tuhan inilah yang juga ada bersama saya dan keluarga saya saat ini. Bahkan kasih yang sama ini juga yang ada bersama-sama dengan saudara-saudara kita di Sumatera dan bagian Indonesia lain yang mengalami musibah.

Memasuki 2026

Aku berdoa agar tahun 2026 kita semua bisa melihat dan merasakan Kasih Tuhan dan Damai sejahtera-Nya, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.
2026-is-a-year-of
Selamat tahun baru 2026!

Joh Juda

Read more posts by this author.

Subscribe to

Get the latest posts delivered right to your inbox.

or subscribe via RSS with Feedly!