
Banyak dari teman-teman saya mengeluhkan sulitnya mencari tenaga pemasar atau sales. Apa lagi yang mencari adalah owner atau founder dari bisnis -- karena pada stage awal bisnis founder lah sales pertama. Mereka akan melakukan apapun yang diperlukan agar solusi terjual - yang mereka rangkum seluruh aktifitas tersebut sebagai sales. Sehingga ketika mencari kandidat untuk mengisi posisi tersebut yang para owner bisnis tahu adalah mencari sales, kalau bisa yang multi talent seperti diri mereka. Yang para owner lupa sales itu bukan owner.
Jadi sebenarnya tidaklah sesulit itu mencari sales, asal Anda tahu secara spesifik apa yang Anda cari. Ketika kebanyakan orang mendengar kata 'sales', mereka hanya membayangkan seseorang yang mencoba meyakinkan Anda untuk membeli sesuatu. Tetapi kenyataannya proses sales jauh lebih besar dan lebih cerdas dari itu.
Ada berbagai macam jenis sales, mulai dari tipe yang dibedakan berdasarkan industrinya, audience-nya, hingga stage-nya. Apa lagi berbagai industri baru bermunculan, profesi saat ini yang semakin kompleks membuat proses sales pun semakin rumit sehingga masing-masing memiliki gaya dan tujuan uniknya sendiri. Jadi mari kita bahas:
-
Business to Business (B2B): Ini adalah ketika satu bisnis menjual kepada bisnis lain. Ciri utamanya bertemu dengan banyak orang/tim dengan stakeholder yang berbeda walaupun product atau solusi yang dijual hanya satu.
Contoh: Sebuah perusahaan yang menjual software ke rumah sakit atau sekolah. -
Business to Consumer (B2C): Menjual langsung kepada individu seperti Anda dan saya. Ini yang paling umum.
Contoh: Membeli sneakers favorit Anda secara online atau dari toko. -
Account Executive Sales: Para profesional ini menangani klien besar, mengelola hubungan dan memastikan kepuasan jangka panjang. Sales bisa ada di industri B2B atau di B2C namun biasanya dengan nilai product yang premium, dan karena ini berhubungan dengan kepuasan jangka panjang, biasanya berupa product jasa.
-
Inside Sales: Penjualan yang dilakukan dari jarak jauh melalui panggilan, email, dan pertemuan online. Tidak perlu bepergian, hanya penjualan digital yang cerdas. Beberapa menyebutnya tele-sales (dan tele-sales itu berbeda dengan tele-marketing ya).
-
Outside/Field Sales: Anggap ini sebagai penjualan "di lapangan", bertemu klien secara langsung dan membangun koneksi nyata. Ini bisa dibilang bentuk tradisional dari para salesman.
-
Enterprise Sales: Ini adalah transaksi besar! Menjual solusi kompleks kepada organisasi besar, seringkali dengan siklus penjualan yang panjang. Product yang ditawarkan biasanya berhubungan dengan keseluruhan sistem yang ada pada sebuah perusahaan, dan sudah pasti ini adalah sales B2B namun dengan skala yang lebih besar.
-
Transactional Sales: Penjualan cepat dan sederhana. Contoh: Membeli langganan aplikasi atau secangkir kopi, cepat, tanpa ribet. Saat ini aktifitas ini biasanya sudah terselesaikan dalam proses perfomance marketing.
-
Consultative Sales: Bertindak seperti penasihat. Anda membantu pelanggan memahami masalah mereka dan membimbing mereka ke solusi yang tepat. Lebih berperan sebagai consultant namun dengan target penjualan :D
-
Relationship Sales: Ini semua tentang kepercayaan. Anda membangun koneksi yang kuat dan jangka panjang yang membuat pelanggan terus kembali.
-
Solution Sales: Berfokus pada penyelesaian masalah spesifik pelanggan, bukan hanya menjual produk, tetapi solusi lengkap.
-
Tech Sales: Menjual solusi teknologi seperti perangkat lunak, aplikasi, atau perangkat. Ini adalah jembatan antara inovasi dan pengguna.

Sebenarnya masih banyak lagi istilah dan titel baru pada sales, seperti Digital Sales, Bisnis Development, dll. Belum lagi titel-titel terselubung yang sebenarnya adalah sales juga. Setiap jenis penjualan membutuhkan pendekatan yang berbeda, tetapi intinya, selalu tentang memahami orang dan memecahkan masalah. Mau B2B atau B2C, intinya kita akan bertemu orang. Sebelum memecahkan masalah kita perlu ngobrol dengan orang.
If you don't understand people, you don't understand business.
- Simon Sinek