Highlight 2018


Banyak hal yang luar biasa terjadi di tahun 2018, khususnya bagi saya. Hal-hal yang tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terbayangkan, bahkan tidak terpikirkan akan dicapai, namun tahun ini semua terjadi seolah seperti sudah seharusnya demikian. Padahal memasuki tahun ini saya harus menutup startup dan menghentikan bisnis saya, dan dengan tabungan nol rupiah memutuskan untuk menikah.

Gila?
Mungkin, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, semuanya terjadi seolah memang sudah seharusnya. Saya menulis, "the future is bright, but future never comes" di akhir tahun lalu, sebagai pengingat bahwa hidup tidak selamanya indah, tidak selamanya berjalan mulus, namun yang menentukan masa depan kita bukan apa yang terjadi saat ini, namun respon kita terhadap setip situasi dan keadaan yang terjadi di dalam hidup.

Berkat Tuhan bukan hal-hal indah yang kita alami, namun Berkat Tuhan yang menjadikan segala sesuatu yang kita terima menjadi indah.

Menikahi Lina


Ketika sebagian besar pasangan memasuki premarital kelas setelah sudah memiliki tanggal pernikaha, saya dan Lina justru mengikuti kelas untuk memastikan apakah kita memang benar-benar akan menikah atau tidak. Untungnya setelah mengikuti 4X pertemuan kita jadi yakin memang kita perlu untuk menikah :D

Ketika akhirnya kami memutuskan menikah, saya hampir tidak memiliki tabungan apa-apa di rekening saya, tapi satu hal yang saya tahu bahwa gagasan sebuah keluarga bukan inisiatif manusia, melainkan dari Allah, jadi sudah seharusnya Allah juga yang menyediakan segala kebutuhan kami. Klise, tapi itu yang benar-benar terjadi. Sehingga setelah kami berdua melewatinya, kami bisa sangat yakin memang bukan karena rencana atau kepintaran saya, namun sepenuhnya Allah yang bekerja untuk kami hingga saat ini. Ketika foto pre-wed kami dilakukan oleh One of Best Wedding Photographers in the World, bahkan pernikahan kami bisa disponsori oleh salah-satu brand favorit kami yang menjadikan pernikahan kami viral di Jakarta. Semua tidak pernah terpikirkan dalam benak kami.

Mengenai bagaimana kami menikah, mungkin akan saya ceritakan terpisah dalam sebuah podcast. Namun sementara bisa dibaca di_sini.

Dari Customer Success ke 260%

Saya masih ingat ketika tawaran tersebut kembali diberikan ke saya oleh Yopie akhir tahun 2017. Saya masuk ke MTARGET dengan posisi yang belum pernah saya dengar sebelumnya, Customer Success. Saya belajar dari nol apa itu churn, bagaimana membaca Cohort Analysis, membuat customer journey dan masih banyak lagi.


Saya bersyukur berada dan berkarya di MTARGET. Di mana kami bersama-sama membuktikan bahwa kita bisa membangun perusahaan yang tidak menjadikan revenue sebagai tujuan, namun selalu mendahulukan untuk berkontribusi kepada users kami. Perusahaan yang value-nya people serve people, yang percaya ketika kita dengan serius melayani orang maka dengan sendirinya numbers akan mengikuti. Hasilnya tahun 2018 ditutup dengan manis, growth revenue mencapai 260%!

People is our mission

Bukan sebuah kebetulan ketika visi dari gereja saya adalah PEOPLE dan tempat saya bekerja selalu berusaha mendahulukan PEOPLE.

"The fact is 100% of customers are people, and 100% of clients are people, and 100% employees are people. So if you don't understand people, You don't understand business.", Simon Sinek.


Tidak hanya ini saja, namun apa yang saya dapat di gereja bisa saya terapkan di tempat kerja, begitu juga sebaliknya, apa yang saya lakukan di tempat kerja bisa saya aplikasikan di bidang pelayanan saya, Discipleship.

Juga bukan sebuah kebetulan ketika kesempatan saya ditempat kerja lebih banyak untuk coaching team revenue, dan di Discipleship saya adalah adalah salah satu coach Care. Masih sama dengan apa yang pernah saya tuliskan dulu mengenai "Gereja kok dibuat seperti perusahaan??".


Jonah Pratamajuda. Adalah anak pertama kami yang akan lahir di 16 Maret 2019. Sama seperti ulang tahun saya dan anniversary kami. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan rasa syukur kami berdua.

Terima kasih Tuhan Yesus untuk semua berkat yang sudah boleh saya terima dalam hidup ini. Tidak ada yang kurang, tidak ada yang disesalkan. Hanya syukur dan terima kasih.